E-Zine

Dapatkan informasi web ini di email anda.
Name
E-mail




Gratis Modul Pertama!
Belajar Internet Marketing, GRATIS Modul Pertama.

Website Template
Dapatkan ribuan website template. Promo Discount 50%, Murah!

Rahasia Keuangan
Rahasia Orang Kaya Yang Tidak Diceritakan Ke Kaum Miskin.

Ebook Travelling
Tips Hemat Jalan-Jalan Ke Luar Negeri.




Hedging Via Foreign Exchange Trading

Anggap saja ayah ketiga punya kondisi yang sama dengan ayah pertama dan ayah kedua. Tapi bedanya, ia menggunakan transaksi forward untuk mendapatkan dollarnya. Ia beli dollar di bank dengan transaksi forward sebagai berikut,beli dollar untuk diserahkan tahun depan dengan harga 9000. Ketika sudahsaatnya tiba, berapapun harga dollarnya tahun depan nanti, bank harus menjual dollar dengan harga 9000. Kalau harga dollar di atas 9000, maka siayah untung karena beli dollar dengan harga lebih murah sementara banknyarugi. Sebaliknya kalau tahun depan ternyata harga dollar di bawah 9000, maka bank untung karena bisa jual dollar dengan harga tinggi tapi si ayah jadi rugi. Dalam kasus ini, transaksi forex menurut saya sudah masuk judi.

Hutang PT Ali akan jatuh tempo sebesar USD 100,000 pada September 15 2005. Pada tanggal 14 Februari 2005 Kurs US$ adalah USD 1 = Rp. 9200,-. Dengan tingkat operasional yang cukup baik pada saat ini, Cash Flowuntuk 6 bulan ke depan dianggap cukup memadai untuk membayar hutang tersebut. Kondisi Perekenomian between Indonesia dan Amerika cukup sulit di prediksi, mengingat dinamikanya perekenomian Dunia saat ini. PT. ALI tidak mau berspekulasi atas fluktuasi kurs IDR/USD

Apakah yang harus di lakukan PT Ali ?? Ada dua pilihan yang di berikan Penasehat Investasinya PT ALI, yaitu PT. NOOR:

1. Tabung dan depositokan uang sebesar USD 16,000 per bulan selama 5 bulan dan US$ 20,000 pada bulan ke enam untuk mencukupi us$ sebesar USd 100,000 Dengan melakukan Dollar Cost Averaging ini, maka PT. ALI akan mentransfer risiko mata uangnya dengan cara membagi rata ke Monthly Cashflownya, sehingga didapat rata2 Kurs selama 6 bulan tersebut.

2. PT ALI melakukan Hedging tanggal 15 February di Forward/Future Market dengan cara melakukan Long/Beli USD 100,000 seharga Rp. 9200 dengan Margin USD 10,000 dan Risk Management sebesar USD 20,000 --> jadi Fund yang dipersiapkan adalah 30% dari total exposure yang akan dihadapi September mendatang. Sebagai catatan bahwa PT ALI merasa nyaman dengan kurs 9200 (jangan lebih) ditinjau dari Kondisi keuangan Perusahaan baik liquiditasnya maupun Profitabilitasnya.

Pada 1 - 15 September 2005, PT ALI harus meliquidasi posisi beli/longnya tersebut dengan cara melakukan jual/Covering Short di Futures/Forward Market. Sementara itu pada waktu yang bersamaan, dia harus Melakukan BELI USD 100,000 dan langsung membayar Hutangnya.

Dengan melakukan hedging tersebut, maka PT. ALI akan mentransfer Financial Risknya kepada Lawan Transaksinya (Bank dengan Investment Portfolionya yang besar, asumsi bahwa Bank tersebut adalah bank yang profesional dalam mengelola Portfolionya, jadi tidak hanya satu transaksi saja) atau Individual/Institusional Trader or Hedger yang bertransaksi di pasar futures. Ada tiga consideration yang dipikirkan oleh PT ALI untuk menanggapi sara PT. NOOR.

1. Bagaimana mekanismenya yang efficient dan effective (untuk kedua alternative)

2. Liquiditas/Cashflow per bulannya.

3. Financial Risk Managementnya

4. Apakah saran ini merupakan Business Solution or ..... Business Speculation.

5. Tidak menanggapi PT NOOR, stay and do business as usual and try to speculate the Forex Market and berharap bahwa Pada bulan September ... kursnya tidak melebihi 9200.?.?

Alinoor
http://www.bisnisviainternet.info/

Labels: