E-Zine

Dapatkan informasi web ini di email anda.
Name
E-mail




Gratis Modul Pertama!
Belajar Internet Marketing, GRATIS Modul Pertama.

Website Template
Dapatkan ribuan website template. Promo Discount 50%, Murah!

Rahasia Keuangan
Rahasia Orang Kaya Yang Tidak Diceritakan Ke Kaum Miskin.

Ebook Travelling
Tips Hemat Jalan-Jalan Ke Luar Negeri.




Pemasok Jajanan Warung

Pasti anda pernah terfikir hal seperti "kok bisa ya ada orang-orang sekitar kita yang sepertinya menemukan saja aneka jenis dagangan yang bisa menjadi bisnis?"

Mungkin, kata kuncinya adalah jeli melihat peluang. Seperti misalnya yang dialami oleh salah seoarang anggota milis Dunia Wirausaha yang kini berjualan memasok jajanan keripik ke berbagai warung dimana ide ini sebetulnya muncul saat ia dan suaminya mendapat kiriman berbagai jenis keripik dari keluarganya di Klaten. Kini ia dan suaminya sudah mempunyai langganan sekitar 160 buah warung yang setiap hari menjual keripik-keripik dagangannya.Ingin "meniru" ide sejenis? Simak beberapa tips berikut yang pernah didiskusikan dimilis Dunia Wirausaha beberapa waktu yang lalu. Produk: Aneka keripik yang dibeli bal-balan lalu dibungkus sendiri sebelum dijual.

Modal awal Sekitar Rp 2,000,000 Untuk membeli satu buah sepeda motor, satu buah sepeda, keripik, plastik pembungkus dll.

Cara penjualan Dititipkan diberbagai warung melalui tiga orang tenaga pemasaran yang berkeliling ke berbagai warung.

Perhitungan keuntunganSatu bungkus kripik dijual dengan laba Rp 200 (1:1) antara pemodal dan penjaja. Sang tenaga keliling ditargetkan harus punya 100 warung (untuk dititipi keripik) yang tiap minggunya diisi sekitar 20 bungkus @ Rp @1000. Berarti setiap satu warung akan menghabiskan 80 bungkus per bulannya.

Dengan perhitungan ini kalau ada langganan 300 warung, pemodal harus menyiapkan 24.000 bungkus keripik Bila laku semua, keuntungan kotor sekitar Rp 2,400,000 per bulan (belum termasuk dipotong biaya bensin dan cicilan motor).

Kemungkinan yang terjadi Kripik belum terjual sementara pasokan masih sangat banyak.
Yang harus diperhatikan Penjaja kelilingnya harus "jago" alias pantang menyerah dalam menawarkan dagangan. Dan biasanya mereka akan menekankan pada si pemilik warung bahwa "kalau tidak laku juga tidak apa-apa".

Mencari tenaga penjaja keliling ini sebetulnya bisa memanfaatkan orang-orang yang tinggal disekitar lingkungan rumah. Bisa dari mulut ke mulut. Misalnya, orang-orang yang ada (atau tinggal di perkampungan) di daerah sekitar rumah. Seperti tukang becak, satpam, hansip misalnya. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah masalah kepercayaan dan besarnya tanggung jawab orang yang akhirnya akan kita pekerjakan tersebut.

Satu tips dari seorang "pedagang keripik" anggota DW ini: Harus selalu ingat pada motivasi pedagang untuk jangan melihat dari sisi "kemana mau menjual jumlah stok yang besar?", tapi justru lebih pada target penjualan yang ingin dicapai per hari.

Labels: