Yang Kaya Semakin Kaya, Yang Miskin Semakin?

Tahukah anda, kenapa orang kaya semakin kaya, kelas menengah terus bergumul, dan yang berada di level miskin makin menjadi miskin?

Orang kaya semakin kaya karena begitu penghasilan orang kaya bertambah besar, mreka menunda kesenangan, dan terus menjalani gaya hidup yang sama. Penghasilan yang lebih ini mereka investasikan kedalam aset seperti misalnya membeli saham yang menghasilkan deviden, membangun rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang
disewakan, membuka bisnis sarang walet, dll.

Begitu seterusnya, sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan pada saat penghasilan mereka bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas, sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.

Bagaimana dengan orang menengah?Kenapa mereka bergumul terus secara financial? Ketika orang menengah penghasilannya bertambah besar maka mereka menggunakan kelebihan uang tersebut untuk mencicil rumah yang lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih, komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang lebih canggih dan lain-lain.

Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar, mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.

Lalu bagaimana dengan kaum miskin? Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran. Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang mereka idamkan, beli jam yang lebih keren, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.

Berada digolongan manakah anda?

Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang menghasilkan lebih banyak uang bagi anda atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab, Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?

Bacaan lain yang patut anda baca:

Labels: , , , , ,


Baca selengkapnya!

Sales Letter Bernilai Jutaan Dolar

Tidak peduli apapun yang anda ingin jual, anda tidak dapat benar-benar menjualnya tanpa “berbicara” kepada calon pembeli. Dan untuk berusaha menjual sesuatu lewat internet, sales letter yang anda keluarkan berbicara tentang kapan dan bagaimana anda berbicara kepada calon pembeli.

Semua sales letter yang berkemenangan “berbicara” kepada calon pembeli dengan cara menciptakan sebuah citra dalam pikiran si pembaca; “menciptakan suasana” yang menarik bagi keinginan atau keperluan pembaca; kemudian mengalir lembut menuju bagian “gambaran” dari penjualan dengan menjelaskan secara detil betapa indahnya hidup dan bagaimana si calon akan merasa “baik” setelah membeli produk anda. Inilah “bagian utama atau inti” dari sebuah sales letter.

Secara keseluruhan, sales letter yang berkemenangan mengikuti rumusan yang sudah terbukti dan teruji oleh waktu: 1) Tarik perhatiannya 2) Buat dia tertarik dengan apa yang dapat anda lakukan buat dia 3) Buat dia tergiur dengan kelebihan-kelebihan produk anda 4) Tuntut tindakan dari dia- minta dia untuk segera membeli apapun yang anda jual-sedikit saja anda menundanya akan membuat dia mengurungkan niatnya. Inilah yang kita sebut rumus “AIDA” dan ini berhasil.

Sales letter yang menghasilkan banyak penjualan biasanya terdiri dari 2 halaman ditulis dalam 1 ½ spasi. Untuk penjualan yang besar, biasanya orang akan membuat 4 lembar sales letter dengan kertas berukuran 11 kali 17 inci yang dilipat jadi 2. Apabila sales letter anda hanya 2 lembar, tidak ada salahnya bagi anda untuk membuatnya dalam kertas berukuran 8 1/2 x 11 inci. Bagaimanapun juga sales letter anda harus dibuat dengan kop surat di dalamnya-kop surat yang dicetak dengan menyertakan logo dan moto usaha anda jika memang ada.

Tidak peduli berapa panjangpun sales letter anda, sales letter tersebut harus melakukan satu hal yaitu penjualan dan harus laku keras! Jika anda ingin menutup penjualan, anda harus melakukannya dengan sales letter anda. Jangan pernah membuat sales letter dengan “kualitas rendah“ dan berharap untuk menutup penjualan dengan sebuah brosur berwarna atau selebaran yang dibagikan ke semua orang. Anda melakukan penjualan serta mengakhirinya dengan sales letter - setiap brosur atau selebaran yang menyertainya hanya memperkuat apa yang sudah anda sampaikan melalui sales letter anda.

Beberapa tahun belakangan ini, ada banyak diskusi tentang seberapa panjang sebuah sales letter itu seharusnya. Banyak orang bertanya: Apakah orang akan membaca secara menyeluruh sebuah sales letter yang panjang. Jawabannya singkat dan tentu saja iya yang teruji oleh waktu. Survey dan percobaan selama bertahun-tahun membuktikan bahwa sales letter yang panjang lebih menarik daripada yang pendek, jadi tidak usah kuatir dengan seberapa panjang sales letter anda-pastikan bahwa sales letter tersebut menjual produk anda!

“Rahasia” adalah membuat sales letter anda menarik serta “bergambar" dengan menawarkan keuntungan-keuntungan kepada pembaca. Patahkan “pekerjaan” membaca dengan kalimat pendek yang menggigit, memberi penekanan pada hal-hal penting yang ingin anda buat, dengan menggunakan sub judul, indensi serta warna-warna sekunder.

Sehubungan dengan brosur atau selebaran anda mungkin ingin untuk menyertakannya dalam sales letter anda untuk memperkuat penjualan- suatu kualitas terbaik dengan menyediakan material yang anda sisipkan, yang akan memperkuat penjualan anda. Namun apabila kualitasnya tidak bagus, berkesan murahan dan tidak mendukung atau melengkapi, hanya akan membuat anda sekelas dengan seorang pekerja rumahan biasa manakala anda mencantumkan nama/alamat anda pada brosur atau selebaran iklan tersebut.

Apabila memungkinkan, selama anda memiliki brosur yang bagus untuk dibagikan, cantumkan saja nama/alamat anda-kalau perlu nomor telepon anda serta logo perusahaan di dalamnya sebelum disebarluaskan. Masalahnya, anda ingin agar calon pembeli anda menganggap anda sebagai supplier-nya-perusahaan-dan bukan sekedar operator pemesanan. Tentu saja anda dapat membuatnya dengan pengeluaran yang lebih kecil tapi berakhir dengan order yang lebih sedikit yang pada akhirnya anda akan memperoleh keuntungan yang lebih kecil.

Hal lain yang selama bertahun-tahun diperdebatkan dan dibicarakan dari segala penjuru adalah apakah kita harus menggunakan PO Box atau alamat rumah saja. Umumnya, lebih baik mencantumkan keduanya dalam sales letter anda. Keterbukaan secara jujur dari pihak anda akan memberi anda kredibilitas serta mematahkan pemikiran calon pembeli bahwa anda hanyalah sebuah perusahaan mail order yang “tidak dapat dipercaya” .

Namun yang terutama, anda harus menyertakan semacam kupon pemesanan. Kupon tersebut harus sederhana dan mudah untuk dilengkapi oleh calon pembeli serta mudah dikembalikan kepada anda. Banyak penjualan rugi karena kupon yang terlalu rumit untuk diisi oleh calon pembeli. Tidak perlu berandai-andai! Buat sederhana saja, dan anda akan mendapati bahwa calon anda menanggapi dengan sukacita.

Perlukah atau tidak perlu untuk mencantumkan amplop balasan yang langsung dikembalikan ke alamat kita (self-addressed reply envelope)? Ada banyak hal sekaligus pro dan kontra mengenai hal ini, namun apabila anda menyebarkan sales letter “berkemenangan” kepada daftar mailing list yang baik, amplop balasan akan meningkatkan tanggapan dari mereka secara luar biasa.

Tes terakhir sepertinya menunjukkan bahwa bukanlah seuatu yang penting atau perbedaan dalam tanggapan sehubungan dengan apakah kita harus menempelkan perangko di amplop balasan atau tidak. Sekali lagi, keputusan di sini tergantung sepenuhnya pada produk yang anda jual dan daftar mailing list yang anda pakai. Kami merekomendasikan agar anda bereksperimen-coba lakukan keduanya-dengan daftar list yang berbeda, baru kemudian anda putuskan sendiri hasilnya dari situ.

Labels:


Baca selengkapnya!

Manajemen Waktu

Manajemen waktu adalah bagian yang amat penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Apalagi jika anda masih berstatus sebagai karyawan yang mempunyai kewajiban (rata-rata) bekerja dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore hari. Merupakan satu tantangan tersendiri untuk berusaha membagi waktu mengatur bisnis dengan pekerjaan kantor -- yang juga masih dibutuhkan sebagai income tetap untuk mendukung bisnis.

Hal inilah yang terjadi pada salah satu anggota Milis Dunia Wirausaha yang beberapa waktu lalu meminta masukan pada forum tentang kesulitannya membagi waktu dalam menjalankan bisnis mpek-mpek yang baru dirintis.

Sebagai gambaran, sang Ibu sudah harus bangun sejak jam 4 pagi untuk menyiapkan dagangan bersama empat orang karyawannya. Jam 6.30 pekerjaan ini sudah harus selesai karena ia harus bersiap-siap mengantar anak ke sekolah dan masuk kantor.

Sepulang kerja jam 6.30 sore, ia segera menjenguk rukonya dengan membawa anak (karena tidak mau kehilangan waktu bermain bersama anak) sampai kira-kira jam 9 malam, setelah itu dilanjutkan acara belanja ke pasar (bila ada dagangan yang habis).

Jam 10 malam saat tiba kembali di rumah, ia tetap melanjutkan aktivitasnya menidurkan anak, menghitung pemasukan dan menyiapkan bahan-bahan yang harus dikerjakan pagi hari berikutnya.

Sepertinya cukup melelahkan ya?

Kurangnya waktu istirahat inilah yang kemudian menjadi salah satu pertanyaan sang Ibu pada rekan-rekan di Milis Dunia Wirausaha. Adakah cara yang lebih pas untuk membagi waktu dalam ia melaksanakna semua kegiatan harian ini?

Berdasarkan jawaban dari rekan-rekan Milis, hampir semuanya menyarankan adanya pendelegasian tugas pada anak buah/karyawan. Misalnya untuk membeli bahan baku.

Cara lain adalah dengan memperhatikan pola bisnis itu sendiri. Apabila usaha anda telah berjalan beberapa waktu, tentu akan semakin jelas pola yang terlihat dalam hal: berapa hari sekali sebetulnya belanja bahan baku perlu dilakukan? Bahan baku apa saja yang paling cepat habis? Bahan baku mana yang dapat dibeli dalam jumlah besar dan bisa disimpan dalam waktu yang cukup lama? Bahan baku apa saja yang memerlukan belanja setiap hari?

Selain itu, hitungan pemasukan dan pengeluaran sebetulnya juga bisa didelegasikan pada karyawan yang telah dipercaya. Manajemen keuangan (pembukuan) yang simple bisa diajarkan pada karyawan, contohnya, untuk pengeluaran pemasukan dibuat dalam satu buku yang harus mereka isi setiap hari. At the end of the day, anda tinggal mengecek posisi keuangan. Bila perlu, ajari karyawan untuk setor penjualan hari itu ke bank.

Dalam hal ini, kepercayaan adalah hal yang amat diperlukan. Bila ini bisa dilakukan, maka anda bisa melakukan pengecekan atau kompilasi hanya diakhir minggu misalnya.

Apabila sangat diperlukan, mungkin anda memerlukan seorang partner. Dari sisi pemasukan, berarti laba yang semakin kecil karena harus dibagi dengan partner anda. Tapi sisi positifnya adalah pembagian waktu yang lebih longgar.

Dari beberapa masukan, adapula anggota Milis yang berpendapat bahwa sepertinya, fokus pada satu pekerjaan adalah hal yang mutlak untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Namun sebagian besar justru belum bisa melakukan hal ini karena masih menghadapi dilema dalam hal pemasukan tetap yang justru membantu terlaksananya bisnis - yang suatu saat diharapkan akan menjadi pekerjaan utama dan satu-satunya.

artikel terkait
Antara Waktu dan Mimpi
http://www.bundainbiz.com/2005/06/antara-waktudan-mimpi.html

Labels:


Baca selengkapnya!

Sharing Profit

Bekerjasama dengan seorang partner bisnis dalam hal permodalan adalah hal yang biasa dalam dunia wirausaha. Anda bisa menanamkan modal dengan jumlah yang sama namun bisa juga berbeda, begitu pula dalam hal lingkup pekerjaan. Perbedaan-perbedaan ini akan menyebabkan pembagian keuntungan bersih yang berbeda pula. Asalkan hal ini sudah disepakati dari awal dan lebih baik lagi bila tertulis dalam sebuah perjanjian, bukanlah masalah.

Seorang anggota Milis Dunia Wirausaha kebetulan mengalami kondisi yang sesuai dengan paragraf diatas. Kerabat dekatnya mempunyai keahlian memasak namun tidak punya modal untuk membuat rumah makan.

Bagaimanakah pembagian profit yang sebaiknya dibicarakan dari awal apabila ia akan mengeluarkan modal untuk bisnis rumah makan tersebut?

Beberapa masukan dari anggota Milis Dunia Wirausaha terangkum berikut ini:

-Harus disepakati kedua belah pihak berdasarkan hak dan kewajiban serta tanggung jawab masing-masing.

-Tergantung pada kondisi. Umumnya, pelaksana: pemodal = 60 : 40 atau 70 : 30, tergantung kondisi dan kesepakatan awal.

-Sikon ini juga bisa tergantung nilai tawar masing-masing. Biasanya setelah berjalan, pelaksananya yang akan memiliki nilai tawar, apalagi jika rumah makannya laris. Bisa saja ia tawarkan keahliannya ke orang lain. Nah, dalam posisi seperti ini ia bisa saja menaikkan prosentase bagiannya.

-Perlu dibuat perjanjian tertulis mengenai hak dankewajiban antara pemilik modal dengan pelaksana walaupun degan kerabat dekat.

-Ada yang berpendapat bahwa bisnis dengan kerabat sendiri, harus lebih jelas segala sesuatunya, karena apabila terjadi kesalahpahaman dapat merujuk pada kesepakatan perjanjian sebelumnya agar tidak merusak tali kekerabatan. Berbeda dengan bila kita menggaji orang yang dapat kita putus sewaktu-waktu.

-Disisi lain, ada pula alternatif lain yang mengusulkan untuk menggaji saja kerabat tersebut bila ia setuju tentunya.


artikel terkait:
Partner Bisnis
http://www.bundainbiz.com/2005/07/partner-bisnis.html

Labels:


Baca selengkapnya!

Pendirian Badan Usaha

Banyak calon-calon entrepreneur yang masih belum mengetahui langkah-langkah yang harus diikuti dalam dalam mendirikan Badan Usaha seperti CV, UD, dan PT.

Berdasarkan masukan dari para anggota Milis Dunia Wirausaha beberapa waktu yang lalu, inilah beberapa step yang dapat anda ikuti dalam mengurus pendirian badan usaha tersebut.

Pada dasarnya, ada prosedur yang “mudah” namun biaya relatif tinggi, yaitu menggunakan jasa orang lain (biro jasa). Jadi, mulai dari pembuatan sampai nanti laporan-laporannya, dikerjakan oleh orang yang kita “sewa” tersebut.

Biaya
Berdasarkan pengalaman beberapa anggota Milis DW, perkiraan biaya pembuatan CV di Surabaya sekitar Rp.2jt-3jt (termasuk biaya pembuatan akte pendirian sekitar Rp. 300-500rb) -- tahun 2004. Untuk PT sekitar Rp. 7jt-8jt. Sementara itu, untuk laporan bulanan dan tahunan, ada rekan anggota Milis DW yang membayar sekitar Rp 100rb per bulannya (ke orang yang mengerjakan atau biro jasa tersebut).

Ada pula yang mengeluarkan biaya ke biro jasa (bisa dilihat dari iklan koran) sekitar Rp 1,2jt sudah termasuk biaya domisili perusahaan, selain itu ada yang merinci sbb:
1. Akta notaris Rp. 400rb (Siapkan KTP dan KK)
2. SIUP Rp. 300ribu
3. TDP Rp.100-200rb
4. NPWP Rp.200 ribu
5. Surat ijin domisili Rp.50ribu

Biaya trenyata cukup bervariasi, kadang tergantung dengan siapa kita berhubungan di tempat-tempat pengurusan

CV:
1. Ke Notaris untuk membuat akte pendirian.
2. Setelah itu kita minta surat pembuatan NPWP ke Desperindag.
3. Mengurus surat domisili perusahaan ke RT, RW, Kelurahan, Kecamatan untuk kemudian dibawa ke kantor pajak tingkat camat.
4. Setelah mendapatkan NPWP perusahaan, kita serahkan kembali ke notaris untuk didaftarkan ke pengadilan untuk kemudian mendapatkan Akte Perusahaan.

Konsultasi ke Notaris juga bisa dilakukan untuk laporan pajak bulanan.

Ada yang menceritakan pengalaman dalam hal mengurus laporan pajak: Seandainya terlambat maka lebih baik tidak usah diurus sama sekali karena orang pajak tidak akan tahu. Justru saat kita laporan maka kita akan didenda. Ini untuk kasus usaha yang belum terlalu besar alias masih merintis, ditulis nihil pun bisa.

Untuk laporan tahunan, direktur utama harus punya NPWP pribadi.

Ada pula, anggota Milis DW yang mengikuti langkah-langkah berikut dalam pembuatan CV:
1. Akta Notaris. Pendaftaran akta notaris ke departemen kehakiman.
2. Tanda daftar peruahaan (TDP) ke Deperindag.
3. Surat Ijin Usaha perusahaan (SIUP)
4. NPWP (banyak klien yang akan meminta NPWP badan usaha sehingga dianggap cukup perlu)
6. Surat ijin domisili ke kelurahan.
7. Untuk yang mau membuka usaha catering, harus ada surat dari dinas kesehatan

Secara Kepengurusan:

UD bisa perorangan.
CV minimal harus ada 2 orang karena ada dua kepengurusan, persero aktif dan persero pasif. Kalau disamakan di PT, persero aktif itu direksi sedangkan persero pasif itu komisaris.

Beberapa instansi (terutama BUMN), lebih mengutamakan kerjasama dengan badan usaha berbentuk PT.

Bila terjadi kebangkrutan:

PT: yang disita hanya sebatas modal awal.
CV dan UD: “dikejar” sampe harta paling pribadi (untuk CV, hanya persero aktif yg dikenakan sanksi ini) karena sistemnya penggabungan harta.

Labels:


Baca selengkapnya!

Famous Business Saying / Quotes

"A business that makes nothing but money is a poor kind of business"-Henry Ford

"I viewed it as a business, but I always viewed it as a game. An opportunity to show my skills, my basketball skills, amongst the best in the world"-Michael Jordan

"Fear will keep you alive in a war. Fear will keep you alive in business. There's nothing wrong with being afraid at all"-Norman Schwarzkopf

"Keep your thinking right And your business will be right"-Zig Ziglar

"In the past a leader was a boss. Today’s leaders must be partners with their people.. they no longer can lead solely based on positional power"-Ken Blanchard

"Home business simply give you control of your own time being your own boss doing things you like"-Unknown

Labels: ,


Baca selengkapnya!

Sistem Baru Kredit Motor

Baru-baru ini salah seorang anggota milis Dunia Wirausaha bercerita tentang sebuah sistem baru pembelian motor di lingkungan kantornya.

Misalnya, untuk satu unit motor merk X, hanya perlu membayar DP Rp. 5,000,000,- plus biaya administrasi Rp. 700,000,- untuk bisa memiliki motor baru tersebut. [biasanya motor diterima dua minggu dari penyerahan DP].

Selanjutnya, dua tahun kemudian, pembeli diwajibkan melunasi sisanya sebesar Rp. 8,500,000 pas, bila tidak dibayar maka motor ditarik kembali.

Jadi total harga motor = 5 jt + 700 rb + 8,5 jt = Rp 14,200,000, dimana harga ini sama dengan harga beli motor secara tunai.

Apabila sistem ini dibandingkan dengan kredit yang menggunakan jasa leasing selisihnya sekitar Rp 3,000,000,- an.

Sistem ini cukup menimbulkan pertanyaan baru seperti bagaimana perhitungan keuntungannya? Jawaban yang masuk pun beragam.

Ada yang mengatakan kemungkinan yang bisa melakukan system ini adalah koperasi pegawai dimana koperasi hanya mengambil untung Rp. 700,000,- untuk biaya administrasi. Kemungkinan yang lain adalah si penjual memang telah mendapatkan harga miring (potongan harga) langsung dari dealer dan dibayar menggunakan invoice.

Yang lain beranggapan sistem ini cukup menguntungkan bagi penjual karena selisih untuk biaya administrasi ini bisa tertutup oleh biaya bunga bank dan deposito. Ada yang memperkirakan perhitungan keuntungan dari sistem tersebut menggunakan setoran awal customer untuk perputaran modal pada perusahaan mereka, hal yang cukup beresiko sebetulnya bagi para customer, apalagi bila hal ini ditawarkan oleh usaha perorangan dan bukan kenalan dekat.

Salah satu anggota milis Dunia Wirausaha yang lain juga punya cerita yang hampir sama, sayangnya berakhir kurang baik. Yaitu sebuah koperasi yang juga menawarkan hal yang sama dan berjalan lancar selama setahun. Tidak lama, pihak dealer menarik semua sepeda motor karena belum melunasi cicilannya. Tentu saja, para customer bingung karena mereka selama ini membayar cicilan tidak pernah menunggak ke koperasi tapi sepeda motor tetap ditarik dealer dengan alasan belum bayar cicilan selama dua-tiga bulan terakhir. Ternyata, koperasi tersebut yang tidak membayarkan cicilan ke dealer selama ini.

"You work this business twice. First between your ears, then between your hours. And all that happens between your hours is nothing more than a phtotgraph of what is between your ears. "--David

Labels:


Baca selengkapnya!

Usaha dengan Modal Kecil, Mungkinkah?

Memiliki sebuah usaha atau bisnis sendiri rasanya adalah imipian banyak orang saat ini. Namun, betulkah untuk memiliki sebuah usaha diperlukan modal yang besar? Pasti banyak yang akan menjawab, tergantung jenis usahanya. Lalu seberapa besarkah modal yang dianggap besar tersebut? Ini pun merupakan sebuah pertanyaan yang jawabannya bisa beragam.

Salah seorang anggota Milis Dunia Wirausaha melemparkan sebuah pertanyaan ke forum beberapa waktu yang lalu. Pertanyaannya adalah "Usaha apa yg bisa dimulai dengan modal lima juta rupiah?"

Ternyata pertanyaan ini ditanggapi oleh beberapa anggota milis dengan sikap yang berbeda.
Ada yang menyarankan M.LM. Jenis usaha yang punya tantangan tersendiri terutama dalam memilah-milah mana M.LM yang "benar" dan mana yang sekedar money game dengan iming-iming tawaran income yang cepat dan besar.

Beberapa orang menyarankan usaha franchise skala kecil seperti yang saat ini ditawarkan oleh sebuah merek bahan makanan terkenal, Bogasari.
Saat ini Bogasari telah menawarkan berbagai jenis waralaba seperti kios jualan hambuger, mie, dll. Modalnya bervariasi tentunya, mulai dari delapan setengah juta keatas, dengan berbagai kemudahan kredit.

Fresh Corn dan Burger Edam pun sempat menjadi usulan jenis usaha -- yang memerlukan pemikiran tempat yang strategis agar prospeknya bagus.

Ada pula yang menyarankan berjualan kue-kue basah ke kantor-kantor karena biasanya para pekerja kantoran ini tidak sempat sarapan di rumah. Syaratnya, jualannya harus pagi hari dan pilih kantor yang ada di ruko atau gedung-gedung kecil, karena biasanya administrasi akan lebih sulit untuk dapat berjualan di gedung-gedung perkantoran yang besar.

Selain menjual makanan sarapan pagi, berjualan (atau menerima pesanan) makanan kecil menjelang akhir pekan ternyata menjadi salah satu masukan berharga lainnya. Misalnya mpek-mpek, brownies, makaroni panggang -- cocok sebagai pelengkap akhir pekan para pekerja kantoran atau ibu-ibu kantoran yang tidak sempat memasak. Disarankan untuk memberikan penawaran harga dan sample terlebih dulu, hari Rabu diharapkan pesanan sudah mulai masuk dan pada hari Jum'at makanan yang dipesan pun tinggal diantar.

Diantara reaksi positif ternyata ada pula yang cenderung negatif dengan mengatakan bahwa dengan modal tersebut, kita tidak bisa terlalu berharap banyak. Betulkah?
Ternyata banyak yang tidak sependapat. Kesimpulan dari beberapa masukan anggota Milis Dunia Wirausaha menyebutkan bahwa modal utama dalam membuka usaha adalah kemauan dan kerja keras. Justru, jangan berharap terlalu banyak dari usaha tersebut tanpa kedua hal ini.
Namun adakah usaha yang betul-betul tidak memerlukan modal?

Rasanya memang tanpa modal (uang) tidak mungkin bisa memulai usaha. Tetapi ada lagi sebuah masukan yang muncul saat diskusi ini berlangsung, tentang pendapat (atau ajaran) seseorang bahwa teori ini tidak berlaku bagi orang-orang yang 'nekat.'

Beberapa tips diberikan untuk bisa memulai usaha dengan modal relatif kecil, antara lain:

-Tabunglah keuntungan yang kecil itu untuk menambah modal, agar usaha sedikit demi sedikit menjadi lebih besar. Setelah usahanya nampak propektif, pasti akan dilirik oleh investor ataupun perbankan untuk menawarkan pinjaman modal.

-Membuat proposal tentang rencana usaha yang akan digeluti, sebagai alat yang bisa dipakai untuk meyakinkan orang lain yang mempunyai modal. Mungkin teman, pelanggan atau yang lain sebagai sumber permodalan yang bukan dari lembaga keuangan. -Hal ini penting, karena tidak semua permodalan dapat diperoleh dari perbankan bila kita akan memulai usaha. Ada juga orang yang memulai usahanya dengan modal dari orang lain, bisa dengan pola bagi hasil atau kerja sama dalam bentuk lain.

-Dengan kreatifitas, yang belum tentu orang lain bisa melakukannya.

Selamat mencoba dan jangan mudah berputus asa!

Labels: ,


Baca selengkapnya!

Kapan Harus Berhenti?

Beberapa waktu yang lalu, para anggota milis Dunia Wirausaha sempat membahas sebuah topik yang cukup menarik bagi yang sedang menekuni sebuah bisnis atau bahkan baru berencana akan memulai, yaitu tentang kapan kita memutuskan untuk berhenti dari bisnis yang kita jalani?

Alasan-alasan seperti apa sajakah yang akhirnya bisa membuat kita memberhentikan bisnis yang sedang dijalani?

Berikut adalah beberapa masukan dari para anggota milis Dunia Wirausaha:

Modal
Berhubungan dengan modal usahaPenjualan menurun sementara modal habis dan tidak ada lagi yang mau menanam modal.Biaya operasional membengkak terlalu cepat, sementara pertambahan konsumen tidak secepat itu (misalnya karena salah milih lokasi, kemungkinan masih bisa dialihkan ke tempat lain). intinya: Cashflow Negatif to your Balance Sheet.

Saingan
Saingan yang semakin banyak.Kalah bersaing.

Alasan Lain
Alasan personal/spiritual -- manusia berubah dari waktu ke waktu.Kehabisan ide pengembangan bisnis. Yang paling mungkin dilakukan adalah menciptakan kategori baru dari kategori bisnis yg kita punya, differensiasi. Bila sudah tidak ada ide, sebaiknya tutup saja dan membuat kategori yang benar-benar baru yang mungkin tidak bersentuhan dengan bisnis sebelumnya. Alias, saat kreatifitas akan bisnis tersebut macet.

Ada yang menyarankan, dalam mengasah kreatifitas ttg differensiasi ini, kita bisa pula mengikuti berbagai seminar termasuk seminarnya Purdi E. Chandra -- pemilik PRIMAGAMA yang berkeinginan untuk menciptakan 1000 Entrepreneur melalui sekolahnya.

Prospek Bisnis
Jika bisa menilai prospek bisnis tersebut beberapa tahun ke depan tidak akan bagus, misalnya adanya teknologi baru. Contoh: konsumen beralih ke produk kamera film ke digital, dari kasur kapuk ke springbed.

Selain rangkuman hasil diskusi diatas, salah seorang anggota milis Dunia Wirausaha juga mencantumkan sebuah artikel tentang Lima Tanda Untuk Menutup Usaha Anda yang ternyata informasinya lebih kurang sama dengan berbagai masukan diatas.

Berikut lima tanda peringatan untuk mengubah arah secara drastis atau menutup usaha anda.

1. Ratio debt-to-asset menanjak. Bisnis biasanya meminjam dana untuk membeli alat, kantor dan aset lainnya. Tidak apa-apa. Namun bila utang sebagai persentase aset meningkat, mungkin Anda akan terus melaju ke bawah. Kebanyakan konsultan bisnis menilai ada sesuatu yang mengkhawatirkan bila ratio debt-to-asset berada di atas 50%.

2. Anda merugi dan ruginya terus bertambah. Biasanya bisnis merugi selama beberapa tahun awal dalam menghadapi persaingan. Namun, bila rugi terus meningkat, pastikan apakah bisnis ini akan dapat membayar kerugian sebesar itu. Jangan percaya bujukan apa pun bila memang secara realitas bisnis itu merugi.

3. Stok tertahan terlalu lama. Bila usaha Anda adalah menjual produk dan stok sangat lambat habisnya, ini suatu indikasi bisnis kurang baik.

4. Anda tidak mampu mengadakan dana tambahan untuk menutupi kerugian usaha. Pada bank konvensional biasanya ada cerita bahwa suatu bisnis yang sedang-sedang ternyata permohonan yang ditolak pada saat pembaharuan kredit. Bank tidak peduli. Yang penting apakah bisnis Anda mampu atau tidak membayar kewajiban.

Mungkin ada bank yang baik "budi" yang memberitahukan bahwa bisnis Anda kurang baik. Bank yang baik biasanya menjaga kreditur. Mungkin injeksi darah segar perlu bila Anda rasa hal ini hanya untuk sementara.

5. Kebahagiaan Anda sudah hilang. Kebahagiaan adalah sesuatu yang serius. Seharusnya Anda bahagia dengan bisnis Anda. Bila setelah bangun tidur di pagi hari Anda merasa malas untuk berusaha ke kantor/tempat bisnis Anda, berarti waktunya sudah tiba bagi Anda memikirkan untuk menutup bisnis tersebut. Setidaktidaknya Anda akan masih beruntung karena kesehatan jiwa Anda masih normal - hal yang tidak dapat dinilai dengan uang seberapa pun. (KTA)

Labels:


Baca selengkapnya!

Small Office Home Office

Pasti anda pernah mendengar istilah ini. Kalau di bahasaIndonesiakan menjadi RuKanCil (Rumah Kantor Kecil)Rasanya memang alternatif solusi bekerja yang tepat. Tidak hanya untuk para Ibu yang ingin lebih berkonsentrasi pada keluarga tanpa meninggalkan kesibukan bekerja, tapi juga bagi para Bapak yang ingin lebih bisa membagi waktu untuk bekerja, keluarga dan bersantai.

Memang enak punya kantor dirumah sendiri, tapi tidak semua bisa mewujudkan impian itu. Banyak yang harus tetap bekerja kantoran di luar rumah, seringkali agak jauh dari rumah.
Bisnis yang basisnya SOHO sebenarnya tidak melulu berorientasi uang tapi cenderung ke pendidikan dan hobi (ada pendapat umumnya ini bagi para wanita). Namun, jika dikelola dengan baik akan menghasilkan income tanpa harus keluar rumah sehingga bisa menyalurkan hobil/talen menjadi sebuah konsep bisnis.

Menurut beberapa anggota milis Dunia Wirausaha, SOHO biasanya condong pada bisnis jasa, contohnya:
-Konsultan-konsultan yang bisa dikerjakan di rumah dan bertemu dengan klien di flexible time kita.
-Penulis-penulis yang bisa di lakukan di rumah.
-Penerjemah yang lebih suka di rumah.
-Catering, yang ini sangat besar peluang untuk di Jakarta dalam pelayanan di gedung2 perkantoran.

Dan masih banyak alternatif mengembangkan jasa-jasa yang bisa dibisniskan.

Dalam konsep SOHO ini dibutuhkan kedisiplinan dalam Time Management karena harus bisa memisahkan kepentingan rumah dan pekerjaan, karena bekerja di rumah sangat susah dibedakan jam ngantorny', apalagi misalnya kalau sering diganggu anak-anak, sehingga penting untuk menananmkan pengertian serta kedisiplinan bagi seluruh anggota keluarga demi mempertahankan waktu produktivitas yang efektif.

Berdasarkan beberapa pengalaman anggota milis DW dalam menjalankan SOHO ada beberapa hal yang bisa menjadi perhatian utama saat berniat terjun ke bisnis model ini:
Apabila terjadi sesuatu pada perusahaan yang mempekerjakan kita melalui virtual office.
Disarankan tetap mempunyai income sampingan yang tetap, misalnya freelance secara internet.
Modal untuk SOHO:TelponKomputerInternet, amat disarankan broadband karena rata-rata lebih murah dalam hal biayaFaxPrinterNetworking alias koneksi untuk mendapatkan order.Memperhitungkan biaya listrik dan internet sebagai bagian dari modal.

Apabila model SOHO anda hanya bertransaksi via internet maka atmosfer SOHO tidak terlalu penting, namun sebaliknya, apabila bisnis SOHO yang ada jalankan memerlukan klien datang kerumah, maka paling tidak harus menyediakan tempat yang memadai bagi kepentingan transaksi saat klien berkunjung.

Salah seorang anggota milis Dunia Wirausaha juga saat ini sedang mempersiapkan sebuah sistem bisnis toko online yang nantinya bakal membantu para SOHOers. Sebagai gambaran sistem yang mau dibangun akan seperti ini:

-Mengurus sistem pembayaran -- pemilik bisnis tidak perlu repot ngurus metode pembayaran ke konsumen.Notifikasi order, tidak perlu repot lagi mengecekemail untuk mengetahui order (otomatis diberitahukan oleh sistem).

-Mengurus pengemasan, hal yang cukup esensial pada toko online, karena pengemasan yang baik akan menjamin barang sampai di tujuan tidak rusak.Mengurus pengiriman, langsung pada konsumen.Marketing (still in concept), tidak perlu repot mengurus marketing promosi website karena rencananya akan dikembangkan sistem marketing dimana yang menjalankan sistem marketing itu adalah orang lain, nanti pembayaran yang dipakai sistem komisi.

Intinya, sebagai pemilik toko hanya perlu mengurus pengadaan produk yang dijual dan siap sedia ketika perusahaan akan mengambil produk untuk dikirimkan ke konsumen. Sebuah sistem yang sangat memudahkan bagi para SOHOers.

Labels:


Baca selengkapnya!

Pricing Strategy

Dalam menentukan harga sebuah produk harus ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan, misalnya, perhitungan biaya operasional dari si Seller, penyesuaian dnegan Market Price, profit margin dari Seller, dikalkulasi berdasarkan Customer/User Friendly , berdasarkan nilai proyek, penambahan sekian persen sebagai hak para marketer.

Inilah beberapa hal yang didiskusikan dalam Milis Dunia Wirausaha baru-baru ini.
Mengapa perlu marketer? Selain untuk menciptakan lapangan kerja bagi para marketer, juga tentunya untuk memperluas pasaran produk kita, harapannya, makin banyak marketer, produk semakin dikenal (baca: banyak yang laku).

Contoh:Penjualan kue dengan harga dasar Rp 10.000 yang dijual seharga Rp 12,500 (keuntungan 20%). Namun karena ada tenaga marketer yang harus diperhitungkan umumnya 10-30%, maka harga jualnya harus di naikkan lagi, misalnya dalam hal kue ini yang masuk akan 10%, jadinya harga jual kue tersebut adalah 14.000 (setelah pembulatan)

Jadi kita tetap melabel kue seharga Rp 14,000 dan bila ada orang yangmau membantu menjual kue tersebut, cukup menyetor Rp 12,500.

Dalam contoh kasus di atas, kalau kita berhubungan langsung sama pembeli, kita bisa 'berpura-pura' memberikan potongan harga, misalnya: kalau beli 2 total harga jadi Rp 25,000 aja (discount 3.000)

Namun, bagaimana dengan pricing strategy untuk produk jasa? Misalnya, disain, disain, organizer, jasa tutorial untuk anak-anak, dll?

Berdasarkan pengalaman anggota milis Dunia Wirausaha, pricing strategy untuk bidang jasa bisa dihitung man hour/man days-nya.

Contoh:Pogrammer yang pemula ‘dihargai' Rp 20,000/jam tapi bisa stuh bisa 20rb / hour tapi kalau sudah jago bisa sampai Rp 40,000/jam. Pekerjaanyang membutuhkan banyak online, ditambah dengan hitungan per jam pula. Biaya lain yang harus diperhitungkan misalnya: trasportasi, biaya bahan dasar, dll.

Apabila sudah mengatas namakan perusahaan, harga man hour ini tentu sudah termasuk keuntungan bagi perusahaan tersebut.

Yang akan berbeda lagi apabila proyek tersebut dikerjakan secara tim. Misalnya terdiri dari tiga orang: programmer (4Rp 40,000/jam), designer (Rp 35,000/jam) dan documentator (Rp 15,000/jam).

Untuk Disainer interior misalnya, dibayar sesuai meter persegi ruangan yang mereka kerjakan.
Berikut contoh lain yang dikemukanan dalam diskusi mengenai pricing strategy ini:
Disesuaikan dengan pangsa pasar. Contohnya penyediaan antar jemput bagi sebuah playgroup yang kebetulan marketnya adalah kelas A-B. Harga juga ditentukan berdasarkan jarak penjemputan alias beda lokasi – beda harga.

Base on job or project dengan harga yang kompetitif yang jelas. Misalnya untuk pembuatan KTP, SIM atau malah Akta Notaris, PT, CV,UD, Contract Drafting, webmaster, designer, auditor, akuntant, cleaning service dan masih banyak yang sejenisnya.

Ada pendapat bahwa untuk jasa lebih condong pricingnya mengarah kepada job atau project base, karena lebih fair, misalnya dalam hal pembuatan SIM, Contact Drafting atau Akta notaris (jasa) maka kita tidak membayar berdasarkan jam kerja/man hours jasa tersebut.
Berdasarkan prosentasi dari nilai proyek misalnya Financial Planner, WeddingPlanner, NETrader, Media Planner, Arbitrater dan konsultan konsultan lainnya.

Namun tentunya dalam menentukan harga kita juga harus memikirkan harga pasaran dan saingan. Walalupun tidak selalu kita harus memberikan harga yang lebih murah dibanding ‘toko sebelah' apabila memang kita yakin akan kualitas produk yang kita tawarkan.
Memberikan harga gratis adalah bagian dari promosi.

Untuk beberapa jasa yang sepertinya belum banyak dipasaran seperti Financial Plan, Media Plan, Travel Plan, Wedding Plan, Business Plan kita bisa menentukan harga sendiri karena belum ada standarnya (klien biasanya melihat dari kredibilitas pemberi jasa).

Labels:


Baca selengkapnya!

Indonetwork

Satu lagi solusi bagi rekan-rekan yang ingin menawarkan produk dengan menggunakan web gratis, yaitu melalui http://www.indonetwork.co.id/.

Terbagi menjadi fasilitas gratis dan fasilitas bayar. Keuntungan fasilitas bayar
Anggota Prioritas Indonetwork adalah sebagai berikut:

-Dapat berkomunikasi dengan rekan dagang melalui ponsel (akses WAP & SMS).
-Posisi teratas pada Daftar Perusahaan dan Produk.
-Menampilkan Sertifikat dan Penghargaan perusahaan anda.-
Indonetwork memfokuskan dalam menyediakan alat bantu dan layanan yang membuat bisnis online lebih efisien dan efektif.
-Sistem pembayaran: Rp 199,000/th dan Rp 1,000,000/th

Beberapa tanggapan anggota milis Dunia Wirausaha tentang http://www.indonetwork.co.id/:
-Kurang user friendly.
-Tampilan terlalu standar.
-Menurut salah satu anggota kami, ada respons beberapa customer dari dalam dan luar negeri yang masih sering berhubungan. (Walaupun sampai sekarang belum ada yang deal karena belum ada kesepakatan harga) tapi respon cukup bagus. Dan ada juga member kami yang telah mendapatkan order sampai delapan kali.
-Apabila disearch di search engine indonetwork masih bisa masuk di top 10-30 ranking.

Labels:


Baca selengkapnya!