Usaha Digital Printing

Ingin memiliki usaha percetakan serba ada atau one stop shopping printing seperti Snappy, Subur dll? Coba anda simak baik-baik masukan berikut ini, yang merupakan rangkuman disukusi dan sharing pengalaman beberapa anggota Milis Dunia Wirausaha minggu lalu mengenai usaha digital printing, fotocopy, design grafis, warnet juga rental komputer.

Tentukan target konsumen

Misalnya:
Untuk orang-orang yang butuh percetakan cepat spt undangan, kartu nama, presentasi, brosur, dll. Tentunya harus instant alias bisa ditunggu karena menggunakan digital printing yg meniadakan proses konvensional yg lama. Hal ini membutuhkan modal yang cukup besar karena mesin digital printing seperti punya Snapy terhitung ratusan juta. Mungkin bisa pula menekan biaya melalui leasing atau kredit ke bank untuk pembelian printer, komputer, dll.

Salah seorang anggota Milis DW menceritakan pengalamannya membuka usaha percetakan yang dimulai dari menerima settingan dulu, sebelum menjalar ke proses lainnya alias tidak langsung membuka usaha dengan skala besar.

Secara umum, modal yang besar tentunya akan mempermudah melakukan usaha. Namun, bukan berarti modal kecil akan menghambat usaha. Bisa dimulai dari networking terlebih dulu sambil mencari investor, customer, partner, dan supplier.

Dengan modal awal Rp. 10jt untuk membuka usaha digital printing, maka akan diperlukan beberapa hal berikut:

1 komputer P4 dengan spesifikasi grafis ( beli second lebih murah ) Rp. 4jt
1 printer laser untuk bikin film sablon Rp. 1jt
1 scanner Rp. 500rb
1 printer inkjet (merek terserah cari ukuran A4 utk awal, tapi cari refill tinta yang berkualitas, untuk menghindari catridge sering rusak karena kualitas tinta yang jelek ) Rp. 500rb
Sisanya untuk sewa tempat, pengadaan kertas dan sedikit promosi.

Karyawan
Tentu harus ada yang pintar disain. Bisa dua pilihan. Menyewa jasa seseorang yang memang sudah jago dulu untuk bisa saling belajar dan mengajari (tidak pelit bagi ilmu dengan pegawai lainnya) atau memang belajar dari awal sekali. Spesifikasi pekerjaan mencakup (contoh):
1. Disain gambar, edit foto, disain spanduk,
2. Membuat stempel, sablon kop surat, kartu nama, amplop
3. Cetak brosur, flyer dan cetakan lainnya.

Masukan lainnya menyebutkan bahwa untuk masalah disain grafis, perlu diketahui adanya dua golongan disain grafis: operator atau yang memang creative designer.
Biasanya operator komputer bisa mengerjakan kerjaan grafis, tetapi (kebanyakan) untuk pekerjaan setting-an. Ini tidak diperlukan pendidikan formal, bisa belajar secara otodidak, yang penting kenal/tahu program-program grafis.

Adakalanya pekerjaan grafis tidak bisa dikerjakan oleh operator grafis seperti ini, namun perlu seorangg creative designer yang salah satu tugasnya adalah membuat konsep disain.

Gaji akan berbeda cukup jauh dari operator grafis. Untuk yang sudah jago, gajinya bisa mencapai Rp. 5jt.

Akan ada pula kasus dimana customer menginginkan disain yang sesuai keinginan sendiri sehingga saat sang disainer mengerjakan, customer akan ikut duduk disampingnya untuk mengomentari atau mengutarakan keinginan-keinginan. Intinya, bukan membuat konsep untuk sebuah disain melainkan mengerjakan konsep sang customer. Untuk kasus seperti ini maka gaji tidak sebesar creative disain.

Selain itu, ada pula pegawai yang tidak digaji, tapi sharing dari hasil pekerjaanya sebesar 40% (1 pegawai, 1 komputer, 1 scan, 1 printer) kalo dirata-rata gaji pegawai untuk disain grafis (2 orang) masing-masing menerima Rp. 1jt-1,5 jt perbulan. Sementara itu, untuk tukang sablon dan tukang ketik rata-rata @ Rp. 400rb-700rb/bulan,

Sewa Tempat
Hal ini tergantung pada lokasi. Misalnya yang pinggir jalan raya sewanya Rp. 7jt/ tahun. Ada pula yang lokasinya agak masuk kedalam gang, maka sewanya “hanya” Rp. 4 jt/tahun.

Service yang disediakan umumnya:
1. Kartu nama
2. Kartu undangan.
3. Pengetikan
4. Setting dan disain brosur, repro foto.
5. Scan gambar.
6. Print warna
7. Pembuatan stempel
8. Nota, kop surat dengan sablon dan print. dan lain-lain

Cetak dengan laser warna agak mahal dibanding dengan sablon atau order ke percetakan, tapi kelebihannya adalah menerima pemesanan misalnya hanya 1 lembar saja (lebih ngirit) karena tidak semua langganan mau pesan dalam jumlah besar. terkadang hanya pesan 10 lembar buat proof atau contoh.

Salah seorang anggota Milis yang bergerak di bidang usaha ini sempat pula berbagi mengenai masalah biaya bulanan dalam menjalankan usaha:

1. Pengadaan kertas Kwarto, Folio, A4. Masing-masing butuh dua rim per bulan (tergantung orderan dan pekerjaan )
2. Listrik Rp. 150rb - 200rb
3. Telpon Rp. 150rb - 200rb
4. Keamanan Rp. 20rb
5. Refill tinta dua printer (yang kulitas no 1 seharga Rp. 35rb/warna )
6. Refill tinta laser jet Rp.125rb ( bisa habis dalam 1 - 2 bulan, tergantung pemakaian)

Boleh dibilang usaha digital printing merupakan salah satu jenis usaha yang cukup jadi favorit, dan akibatnya antara lain, banyak saingan. Namun hal ini dianggap bukan merupakan hambatan karena yang terpenting adalah kualitas kerja, variasi pekerjaan yang bisa kita tangani serta kelebihan pelayanan yang ramah, lancar dan siap membantu.

Labels:


Baca selengkapnya!

Macam-Macam Franchise

Asosiasi Franchise Indonesia
A.19 Darmawangsa X.
Kebayoran baru
Jakarta 12150
Phone: 62-21-7395577
Fax: 62-21-7234761
Ketuanya: Drs. Anang Sukandar.

Ayam bakar wong solo
http://www.wongsolo.com/,

English First
Jalan Jendral Sudirman Kav. 24
Wisma Tamara 4th Floor Kamar 402
Phone: (021) 520 3655-6477
Fax: (021) 520 4707, 520 4719
Email: arleta@englishtint.com

Hoka-Hoka
Suite 1005., MLC Centre Martin Places,
Sydney2000
Phone: (61) 29233 7230, (HP) 4162 63676
Fax: (61) 29233 7231
Email: hokahoka@hotmail.com
Fast Food Restaurant

Italindo Citra Modern
Jalan Sultan Iskandar Muda No 35C
Arteri Pondok Indah,
Kebayoran Lama
Phone: (021) 722 4074 -75
Fax: (021) 722 4075
Email: customer_service@londre.co.id
Laundry

Malibu 62 Studio
Jl. Raya Barat Boulevard BI.LC VII No: 62
Kelapa GadingCity: Jakarta Utara
Phone: (021) 451 4723, 452 2571, 725 1230
Fax: (021) 922 2888
Email: malibu62@centrin.net.id
Photo Studio

Mata Air Bogalestari
Jl. Kayu Putih Selatan II No. 34
Jakarta Timur
Phone: (021) 489 0049, 475 0564
Fax: (021) 470 4949
Email: subwig@cbn.net.id
Bubble Drink

Multi Boga Makmur Cemerlang
Jl. Pelepah Indah Raya BI LB 22/12
KelapaGading
Phone: (021) 450 2094, 4585 7071
Fax: (021) 4585 7071
Beverage

Sarwagata Keluarga Kencana
Jalan Gerbang Pemuda RIA
Pembangunan Building,
Taman Ria Senayan
Phone: (021) 574 7667
Fax: (021) 574 7229
Email: http://www.bebekbali.com/, mugi_jaya@yahoo.com
Resto Café Gallery

The British Institute
Jl. HR Rasuna Said Kav. 62
Plaza Setia Budi 22nd Floor
Phone: (021) 525 6750, 522 0533
Fax: (021) 520 7574
Email: nadya@tbi.co.id
International Education EnglishLanguage

Yogan Crepes Indonesia
Jl Kartini V no. 3A
Jakarta Pusat
Phone: (021) 639 5595
Fax: (021) 625 4542
Email: yogen.f@dnet.id
Food

Solar Sentra Distribusi
Jalan Radio Dalam No. 52
Phone: (021) 725 8179, 723 1051
Fax: (021) 7278 9276
Email: markaz@cbn.net.idB

Sumber Alfaria Trijaya
Jl. MH Thamrin No. 9
Cikokol Tangerang
Phone: (021) 5575 5966
Fax: (021) 5575 5961
Email: twardana.sat@sampoerna.co.id
mini market

Labels:


Baca selengkapnya!

Franchise Alfamart

Tertarik pada franchise minimarket yang saat ini nampaknya menjamur dimana-mana? Sepertinya prosesnya tidak terlalu sulit. Demikian beberapa masukan dari anggota Milis Dunia Wirausaha yang beberapa waktu yang lalu mendiskusikan proses pendirian atau pembelian franchise salah satu minimarket tersebut yaitu Alfamart.

Ada anggota milis Dunia Wirausaha yang mengatakan bahwa kita bisa langsung datang ke Alfamart terdekat untuk mendapatkan informasi nomor telpon. Kabarnya, harga franchisenya sendiri dimulai dari Rp 150,000,000,- dimana angka ini tergantung pula dari lokasi, besar tempat, kemudian pilihan lain seperti jumlah stok dll.

Pengalaman teman salah seorang anggota milis yang buka di Depok; biaya bangunan plus peralatan sekitar Rp 100,000,000, stok Rp 80,000,000. Untuk status operator mandiri mendapatkan sekitar Rp 5,500,000 per bulan fixed, belum termasuk biaya karyawan satu sampai dua orang Rp 1,000,000 - 1,500,000. Laba bersih diperkirakan sekitar Rp 4,000,000 per bulan.

Berdasarkan informasi, inilah yang alamat dan nomor telpon yang bisa dihubungi:
PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart)
Jl. MH Thamrin no 9
Cikokol Tangerang 15117
tel: 021-5575-5966 ext 141, 123, 138
tel: 021-5575-5960, 554-9729 (direct)
fax: 021-5549-685, 554-9773
atau http://alfamartku.sat.co.id/sub_waralaba/waralaba.htm

Labels:


Baca selengkapnya!

Serba-Serbi Bisnis Furtniture

Untuk memulai sebuah bisnis furnitur biasanya didasari oleh ketertarikan akan banyaknya bahan baku seperti kayu jati dan kayu sono keling yang ada di sekitar kita. Paling tidak, hal inilah yang dialami oleh salah seorang anggota milis Dunia Wirausaha yang kebetulan mempunyai kebun yang sudah ditanami kayu jati kurang lebih 1500 pohon dan akan siap olah (untuk dijadikan furniture) dalam waktu lima tahun.

Apa saja yang kira-kira dibutuhkan oleh calon pengusaha furniture? Inilah yang akan dibahas pada artikel kali ini mengenai serba serbi bisnis furniture.

Sebagai pemula, mungkin inilah pertanyaan-pertanyaan pertama yang akan tersirat:

Apa saja peralatan yang dibutuhkan untuk membuat furniture dengan hasil akhir kualitas yang baik atau untuk ekspor? Dimana peralatan tersebut bisa didapatkan?
Berapa karyawan pokok yang diperlukan untuk membuat furniture dari proses awal sampai jadi?
Bagaimana prospek dari usaha ini?
Berapa modal awal sampai usaha itu bisa menghidupi dirinya?
Apakah perlu showroom atau galeri?
Apa saja kendala yang dihadapi?
Bagaimana masalah jarak akan mempengaruhi cost seperti sewa tempat, transportasi, pengawasan, dll.

Beberapa pertanyaan diatas terjawab dari hasil diskusi dan masukan para anggota milis Dunia Wirausaha mengenai bisnis furniture, berikut ini:

Jeli Melihat Peluang

Melihat perekonomian sekitar lingkungan rumah kita adalah hal pertama yang bisa kita lakukan. Misalnya saja, dengan memperhatikan bahwa ternyata perekonomian warga sekitar cenderung meningkat sehingga membuka peluang adanya calon-calon konsumen yang sanggup membeli produk furniture yang akan diproduksi.

Hal utama yang harus diperhatikan dalam memulai bisnis ini adalah harus menemukan pasarnya terlebih dulu. Karena, model, kualitas dan gaya akan sangat tergantung pada pasar yang dituju.

Target market misalnya bisa dibagi:
Individu : dalam & luar negeri.
Hotel, restoran, kafe, kantor, dll.
Galeri/showroom yang sudah ada.

Showroom milik sendiri kemungkinan besar tidak perlu, kalau memang tujuan produksi adalah untuk diekspor. Importir biasanya lebih tertarik melihat display workshop dibanding showroom. Pembeli datang dan menentukan model, warna, kualitas dan kuantitas. Sehingga kita tinggal mengerjakan sesuai order tersebut.

Tempat/Lokasi:

Memakai yang sudah ada, misalnya rumah sendiri. Sehingga tidak ada biaya sewa tempat.

Apabila menempati lahan di kota tentunya ada biaya sewa dan tenaga kerja yang lebih mahal. Sebaliknya, dengan tetap menempati desa, sewa lahan tenaga kerja lebih murah, namun akan ada tambahan cost promosi ke kota dan juga transportasi.

Adanya galeri yang terdapat di daerah pedesaan biasanya bisa menjadi daya tarik untuk para calon pembeli dari luar negeri walaupun seperti yang disebutkan diatas, transportasi dan jarak juga ikut memberi andil.

Secara umum, memulai bisnis ini memerlukan
Galeri ( atau show room) sebagai tempat memajang produk-produk.
Pabrik sederhana yang terdiri dari beberapa mesin : mesin serut, mesin gergaji, dll.
Gudang sebagia penyimpanan bahan mentah (kayu, dll), bahan finishing (cat-cat, pernis-pernis,amplas,dll), mata bor, mata gergaji, dll.
Ruang kantor.
Penawaran:

Bisa dari beberapa hal:

Buat terlebih dulu satu atau contoh furniture lalu ditawarkan pada warga sekitar. Sebaiknya memulai bisnis ini tidak dilakukan sendirian, bisa meminta bantuan saudara atau tetangga yang sudah ahli pertukangan kayu. Mereka ini yang diberi modal untuk pembuatan prototipe sebanyak satu atau dua buah atau dipan.
Pajang didepan rumah atau tawarkan ke warga sekitar atau bahkan pada showroom yang sudah ada di kota terdekat.
Difoto untuk kemudian ditawarkan melalui email atau website sederhana.

Disain dan Kualitas

Competitive advantage-nya meliputi :
Kualitas kayu (misalnya sudah di oven atau belum).
Kehalusan pengerjaannya (tidak boleh asal jadi).
Tepat waktu dalam menyelesaikan sebuah order.
Kejujuran pemilik, misalnya: jangan lakukan finishing pada produk setengah jadi sebelum buyer melihatnya.
Beberapa kasus yang pernah terjadi:
banyak perusahaan furniture menipu dengan cara melakukan finishing pada produk sehingga kurang fair. Misalnya, kursi dicat warna merah atau hitam sehingga menutupi kualitas kayu yang sebetulnya jelek.
Dari segi disain bisa meniru dari berbagai majalah atau dengan rajin berjalan-jalan ke daerah furniture terkenal seperti Jepara misalnya.

Untuk disain dan kualitas nampaknya memang tukang kayu dan sang disainer merupakan hal yang vital disamping marketing tentunya. Penting juga untuk selalu bertukar pikiran dengan tukang kayu berkaitan dengan masalah jenis kayu yang akan digunakan agar sesuai dengan disain yang dikehendaki.

Seorang anggota milis DW memberi masukan tentang pembagian secara umum yang berkaitan dnegan disain:
Disain antik
Disain minimalis

Antisipasi Resiko Yang Mungkin Terjadi:
Buatlah setiap transaksi dalam bentuk kontrak atau dalam bentuk Surat Perintah Kerja yg dikeluarkan atau diterbitkan oleh pihak buyer (penandatangan haruslah orang yg berwenang).
Kontrak juga harus mencantumkan masalah DP dan pelunasana sebelum, saat dan sesudah produk dikerjakan sampai selesai.
Siapkan surat jalan, kwitansi dan tanda terima.
Setiap disain yang disetujui harus ditandatangani oleh kedua belah pihak.. Jadi sebelum produk itu dibuat, haruslah ada gambar dan spesifikasinya sehingga bekerja berdasarkan spesifiksi tersebut.
Salah satu resiko paling besar adalah saat produk dalam perjalanan (delivery), produk bisa pecah atau hancur. Oleh karena itu packing yang baik juga sangat menentukan. Untuk meminimalkan resiko, bisa saja kontrak menyebutkan bahwa barang diambil sendiri di gudang pemilik.
Masalah internal perusahaan (kejujuran pegawai, pemakaian bahan yg efisien dan efektif, dll).

Quote dari salah seorang anggota milis DW:

"Hermawan Kertajaya mengatakan bahwa marketing adalah 'deal with the market'. Jadi bukan karena produk anda bagus dan berkualitas, tapi apakah pasar memang membutuhkannya atau tidak. So, let's deal with the market."

Labels:


Baca selengkapnya!

Pemasok Jajanan Warung

Pasti anda pernah terfikir hal seperti "kok bisa ya ada orang-orang sekitar kita yang sepertinya menemukan saja aneka jenis dagangan yang bisa menjadi bisnis?"

Mungkin, kata kuncinya adalah jeli melihat peluang. Seperti misalnya yang dialami oleh salah seoarang anggota milis Dunia Wirausaha yang kini berjualan memasok jajanan keripik ke berbagai warung dimana ide ini sebetulnya muncul saat ia dan suaminya mendapat kiriman berbagai jenis keripik dari keluarganya di Klaten. Kini ia dan suaminya sudah mempunyai langganan sekitar 160 buah warung yang setiap hari menjual keripik-keripik dagangannya.Ingin "meniru" ide sejenis? Simak beberapa tips berikut yang pernah didiskusikan dimilis Dunia Wirausaha beberapa waktu yang lalu. Produk: Aneka keripik yang dibeli bal-balan lalu dibungkus sendiri sebelum dijual.

Modal awal Sekitar Rp 2,000,000 Untuk membeli satu buah sepeda motor, satu buah sepeda, keripik, plastik pembungkus dll.

Cara penjualan Dititipkan diberbagai warung melalui tiga orang tenaga pemasaran yang berkeliling ke berbagai warung.

Perhitungan keuntunganSatu bungkus kripik dijual dengan laba Rp 200 (1:1) antara pemodal dan penjaja. Sang tenaga keliling ditargetkan harus punya 100 warung (untuk dititipi keripik) yang tiap minggunya diisi sekitar 20 bungkus @ Rp @1000. Berarti setiap satu warung akan menghabiskan 80 bungkus per bulannya.

Dengan perhitungan ini kalau ada langganan 300 warung, pemodal harus menyiapkan 24.000 bungkus keripik Bila laku semua, keuntungan kotor sekitar Rp 2,400,000 per bulan (belum termasuk dipotong biaya bensin dan cicilan motor).

Kemungkinan yang terjadi Kripik belum terjual sementara pasokan masih sangat banyak.
Yang harus diperhatikan Penjaja kelilingnya harus "jago" alias pantang menyerah dalam menawarkan dagangan. Dan biasanya mereka akan menekankan pada si pemilik warung bahwa "kalau tidak laku juga tidak apa-apa".

Mencari tenaga penjaja keliling ini sebetulnya bisa memanfaatkan orang-orang yang tinggal disekitar lingkungan rumah. Bisa dari mulut ke mulut. Misalnya, orang-orang yang ada (atau tinggal di perkampungan) di daerah sekitar rumah. Seperti tukang becak, satpam, hansip misalnya. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah masalah kepercayaan dan besarnya tanggung jawab orang yang akhirnya akan kita pekerjakan tersebut.

Satu tips dari seorang "pedagang keripik" anggota DW ini: Harus selalu ingat pada motivasi pedagang untuk jangan melihat dari sisi "kemana mau menjual jumlah stok yang besar?", tapi justru lebih pada target penjualan yang ingin dicapai per hari.

Labels:


Baca selengkapnya!

Tertarik Bisnis Taksi?

Pernah tertarik untuk menjalankan bisnis taksi? Sebaiknya mungkin anda berfikir dua kali. Karena, berdasarkan hasil diskusi dan masukan dari beberapa anggota milis Dunia Wirausaha yang pernah punya pengalaman berkaitan dengan bisnis ini, kesimpulan yang dapat ditarik adalah bisnis ini cukup beresiko dengan sistem administrasi yang berbelit-belit.

Berikut adalah sebuah contoh sistem investasi yang pernah ditawarkan:Dengan modal sebesar Rp 7,500,000 kita mendapat satu buah taksi (merk hyundai excel) dengan sistem bagi hasil selama lima tahun ke depan.

Perhitungannya sebagai berikut:
Setiap hari si supir taksi setor ke perusahaan sebesar +/- Rp 180,000 (selama lima tahun). Setelah lima tahun, BPKB mobil diberikan pada si supir dan kita berhak atas mobil tersebut sebesar 60% dari harga mobil.

Jadi kalau mobil itu - setelah dihitung penyusutan - harganya Rp 40,000,000, kita berhak sekitar Rp 24,000,000.

Jumlah yang terakhir ini bisa kita minta ke supirnya atau kita "mempekerjakan" supir itu kembali (jadi si supir tetap "narik" taksi dan setoran hariannya masuk ke kita).

Hal penting yang harus menjadi perhatian adalah:
-Selama lima tahun pertama ini sebagai pemilik modal, kita tidak mendapatkan apa-apa, jadi bisnis taksi bisa disebut blind investation.


-Urusan adminitrasi yang biasanya cukup berbelit-belit.

-Apabila sampai terjadi kecelakaan, kerugian seharusnya diganti supir dengan menggunakan dana simpanan/tabungan wajib, tapi sering kali jumlah itu ternyata tidak mencukupi. Dilain pihak, tarif taksi sekarang sudah tidak memadai untuk menutup biaya dan memberikan keuntungan yang bagus (kenaikan tarif harus ditetapkan organda).

-Masalah oknum supir yang kita pilih. Ini akan berpengaruh pada keamanan mobil atau kemungkinan hal-hal negatif yang timbul seperti penggantian ban mobil menjadi ban mobil bekas atau onderdil lainnya. Sangat tergantung pada individunya. Seperti kata seorang anggota DW, "Yang jelas itu kan tergantung mindset si supirnya, kalau dia berniat baik mau jadi supir, ya kita aman. Tapi kalau si supirnya niatnya negatif, apes di kita"

-Masukan lainnya: Untuk bisa menjadi investor bisnis ini, sepertinya harus menjadi anggota organda.

-Saat hitungan akhir ternyata harga mobil menjadi lebih mahal dibanding mencicil biasa namun kemahalan tersebut ditutup dengan izin taksinya - /izin trayek atau plat kuning. Jadi sebetulnya yang dijual oleh pengusahanya adalah izinnya (tanpa izin tidak bisa menjalankan taksi) yang apabila sudah lewat lima tahun (mobil sudah plat hitam) izin trayeknya dikembalikan ke pengusaha (bisa dijual ke pihak lain atau kalau si pengemudi taksi yang dulu mau ambil lagi, harus beli satu paket seperti semula lagi).

Selain itu ada lagi alternatif kepemilikan mobil taksi bagi si supir dengan sistematika sebagai berikut: Sang supir membeli taksi dengan DP Rp 8.5jt. Selama dua tahun pertama, ia harus menyetor Rp 200,000 sebagai cicilan mobil dan biaya administrasi perussahaan taksi yang bersnagkutan.

Tahun ke-3 sampai ke-5 ia cukup menyetorkan Rp 50,000 per hari dimana pada akhir tahun ke-5, taksi menjadi milik sang supir.

Hasil perbincangan dengan seorang supir taksi menyatakan bahwa ada yang istilahnya "peremajaan taksi" dimana taksi-taksi yang ada (yang lama) dijual pada para supir dengan cara sistem setoran (mencicil lewat setoran). Setelah lunas, taksi tersebut berganti plat hitam dan tidak boleh "narik" lagi.



Labels:


Baca selengkapnya!

Rumah Petak dan Kos-Kos-an

Saat ini kebutuhan akan rumah petak untuk disewakan pada kalangan berpenghasilan menengah kebawah rasanya bisa jadi salah satu alternatif pemasukan bagi kita yang kebetulan mempunyai modal berupa (atau untuk membeli) sebidang tanah dan penambahan biaya bahan bangunan sederhana.
Apa saja yang kira-kira dibutuhkan dan perlu dipertimbangkan dalam mempersiapkan bisnis sewa-menyewakan rumah petak ini? Simak beberapa masukan berikut dari anggota milis Dunia Wirasausaha.


Hal pertama untuk menentukan bagus tidaknya prospek bisnis rumah petak dimasa yang akan datang adalah lokasi. Anda bisa membeli atau membangun rumah petak di daerah dekat pabrik misalnya, tentunya dengan harapan agak kelak para buruh pabrik akan memerlukan rumah petak anda untuk disewa. Biasanya harga sewanya adalah antara Rp 200,000 sampai Rp 250,000.

Contohnya daerah Cibinong. Sebuah harian yang terkenal dengan iklan barisnya baru-baru ini menawarkan iklan sebagai berikut: dijual rumah berlantai 250m2 yang terdiri dari empat buah rumah petak dimana listrik dibagi untuk empat rumah tersebut, tandon air satu buah seharga 180 juta dengan perkiraan sewa antara Rp 250,000 – Rp 300,000 per rumah.

Nampaknya, koran pun bisa menjadi masukan kita untuk mencari dan menentukan lokasi penyewaan rumah petak sekaligus membandingkan harga-harga.

Lokasi strategis lainnya adalah yang berada di wilayah perkantoran atau kampus. Tentunya rumah petak disewakan sebagai kos-kosan dengan fasilitas yang lebih lengkap sehingga bisa disewakan dengan tarif Rp 300,000 – Rp 400,000 per kamar per bulan. Tarif ini disesuaikan lagi dengan utilitas yang disediakan atau ditanggung oleh pemilik seperti listrik dan air dan fasilitas lain seperti TV, AC dan komputer.

Suasana juga akan ikut menentukan tarif sewa. Kebanyakan mahasiswa yang jauh dari orang tua (walau satu kota sekalipun) cenderung memilih rumah kos yang terasa homy. Misalnya dengan pengadaan lahan hijau (taman belakang) rumah.

Pembayaran Sewa
Perbedaan dalam hal pembayaran untuk rumah petak biasa dan kos-kosan biasanya tidak menggunakan kontrak sewa (kebanyakan). Para mahasiswa membayar lebih dulu dimuka untuk tiga bulan pertama, selanjutnya pembayaran perbulan seperti biasa.

Masalah yang mungkin timbul dalam hal pembayaran adalah penagihan uang sewa. Hal ini menjadi penting karena selalu saja ada kemungkinan penghuni yang 'bandel' dan mangkir dalam hal pembayaran.

Karena itu, sangat disarankan untuk:
-Mempunyai data yang lengkap tentang calon penyewa dan memastikan bahwa data-data tersebut benar adanya.


-Mempunyai referensi yang jelas tentang darimana calon penyewa mengenal kita.
-Untuk kos-kosan sangatlah penting mempunyai Ibu atau Bapak Kos untuk mengawasi kegiatan yang berlangsung sehari-hari (faktor kedekatan dan kenyamanan hubungan antara penyewa dan yang menyewakan bisa jadi faktor penting dalam hal kelancaran usaha) atau paling tidak, ada satu orang pengawas harian.

-Yang lain adalah meminta bantuan tetangga mengecek kos-kosan secara berkala walaupun hal ini menjadi alternatif paling terakhir.

Dua contoh pembayaran tiga bulan didepan:
Pertama
bulan 1: bayar 3 bulan
bulan 2: bayar 1 bulan
bulan 3: bayar 1 bulan, dst.
bulan N-2: tidak membayarbulan N-1: tidak membayar
dimana N adalah bulan penyewa keluar dari kos

Kedua (biasanya lebih mudah diterapkan)
X menyewa mulai Januari 2004. Pada saat masuk, X membayar untuk bulan Januari, Februari dan Maret. Mulai bulan April X membayar bulanan seperti biasa.
Penyewa Lelaki atau Perempuan?
Ada yang berpendapat bahwa rumah petak atau kos-kosan yang disewa penyewa lelaki lebih gampang untuk dirawat secara kebersihan. Namun rasanya sih ini hal yang sangat relatif, tergantung pada individunya. Yang perlu ditekankan untuk para penyewa kos misalnya masalah kamar mandi dan toilet. Adanya larangan utnuk membuang bekas tissue atau pembalut wanita kedalam wc adalah hal yang penting untuk menghindari terjadinya bongkar pasang WC karena penyumbatan.

Masalah lain seperti rokok yang dapat merusak karpet atau furniture (bila ada) juga penting untuk dikemukakan sejak awal masa sewa.

Beberapa pengalaman menyebutkan bahwa bisnis penyewaan dan atau kos-kosan biasanya sudah bisa BEP ditahun ke-3.

Bahan bacaan:
http://www.kontan-online.com/04/36/properti/prp.htm

Labels:


Baca selengkapnya!